Nilai Tukar Rupiah Menguat di Awal Pekan, Senin 25 Agustus 2025

TerkiniJambi

Jakarta, 25 Agustus 2025 – Rupiah membuka perdagangan awal pekan dengan catatan positif. Berdasarkan data dari berbagai platform keuangan, mata uang Garuda hari ini bergerak di kisaran Rp16.230 hingga Rp16.258 per dolar Amerika Serikat (USD), menunjukkan penguatan dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu yang berada di sekitar Rp16.350 per USD.

Menurut data Bloomberg yang dikutip sejumlah media, Rupiah sempat diperdagangkan pada level Rp16.252,5 per USD sekitar pukul 09.16 WIB. Sementara Refinitiv mencatat pembukaan lebih kuat di angka Rp16.230 per USD. Beberapa media nasional lainnya melaporkan nilai tukar bergerak stabil pada kisaran Rp16.254–Rp16.258 per USD.

Dengan penguatan sekitar 0,57 hingga 0,64 persen, Rupiah berhasil melanjutkan tren perbaikan setelah dalam beberapa pekan terakhir mengalami tekanan akibat ketidakpastian global. Kenaikan ini memberikan sinyal positif bagi pasar bahwa sentimen terhadap mata uang domestik mulai membaik.

Baca Juga :  Fragmen ‘Song of Wade’ Terkuak: Koreksi Kesalahan Scribe Ubah Sejarah Sastra Inggris Abad Pertengahan

Faktor Pendorong Penguatan Rupiah

Penguatan Rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, melemahnya indeks dolar AS setelah rilis data ekonomi Amerika yang kurang memuaskan, sehingga mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi beli terhadap mata uang Asia termasuk Rupiah.

Kedua, adanya optimisme dari pelaku pasar atas langkah Bank Indonesia (BI) yang tetap konsisten menjaga stabilitas moneter melalui intervensi di pasar valas dan obligasi. Kebijakan tersebut dinilai mampu meredam gejolak eksternal yang berpotensi menekan Rupiah.

Baca Juga :  Prabowo Cabut Izin Tambang 4 Perusahaan di Raja Ampat: Jaga Warisan Alam Masa Depan

Respon Pasar dan Prospek ke Depan

Sejumlah analis memperkirakan Rupiah masih berpotensi bergerak stabil pada kisaran Rp16.200–Rp16.300 per USD dalam jangka pendek, seiring dengan masih kuatnya arus modal asing ke pasar obligasi domestik. Namun, faktor eksternal seperti arah kebijakan suku bunga The Fed dan perkembangan harga komoditas global tetap akan menjadi penentu utama.

“Rupiah masih mendapat ruang untuk menguat terbatas, tetapi investor tetap harus mencermati perkembangan global. Jika dolar AS kembali menguat, potensi koreksi bisa terjadi dalam waktu cepat,” ungkap seorang pengamat pasar uang di Jakarta, Senin (25/8/2025).

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025