Pengorbanan dan Perjuangan di Medan Tempur
Selain sebagai penyumbang pesawat, Nyak Sandang juga terjun langsung dalam perjuangan kemerdekaan. Ia pernah bertugas sebagai pengintai di Puncak Gureutee, Aceh Jaya, dengan memantau pergerakan pasukan Belanda. Informasi yang ia kumpulkan menjadi bagian penting dari strategi pejuang di garis depan.
Monumen Seulawah, Simbol yang Kini Terlupakan
Untuk mengenang jasa rakyat Aceh, sebuah monumen replika Seulawah RI-001 didirikan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, dan diresmikan Panglima ABRI Jenderal L.B. Moerdani pada 30 Juli 1984. Namun, kondisi monumen tersebut kini memprihatinkan, cat pudar dan banyak bagian yang rusak karena kurang perawatan.
Pernyataan Resmi Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jasa Teungku Nyak Sandang dan rakyat Aceh merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa.
“Beliau adalah pahlawan yang sesungguhnya. Tanpa pengorbanan seperti ini, Indonesia tidak akan memiliki pijakan yang kuat dalam mempertahankan kedaulatan di awal kemerdekaan,” kata Prabowo.
Kisah heroik Nyak Sandang menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diperjuangkan dengan senjata, tetapi juga dengan pengorbanan harta dan jiwa. Kehadiran Presiden yang berlutut di hadapan seorang rakyat kecil adalah simbol bahwa negara tidak pernah lupa kepada pejuangnya.
Dengan penghargaan ini, Teungku Nyak Sandang resmi dicatat sebagai salah satu pejuang nasional yang kontribusinya abadi. Warisannya akan terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mencintai tanah air dengan sepenuh hati.
Editor Redaksi @terkinijambi.com
