Israel Tembak Jurnalis Al Jazeera di Gaza: 5 Tewas di Tenda Dekat RS Al-Shifa

TerkiniJambi

Gaza City — Pada malam 10–11 Agustus 2025, tenda yang biasa dipakai oleh kru wartawan di luar kompleks Al-Shifa Hospital di Gaza City dihantam serangan udara yang menewaskan lima staf Al-Jazeera, termasuk koresponden Anas al-Sharif. Laporan-laporan lokal menyebut total korban jiwa pada lokasi tersebut mencapai tujuh orang, termasuk warga sipil yang berada di sekitar tenda. 0

Identitas korban. Media Al-Jazeera menyebut lima orang tewas: Anas al-Sharif (koresponden), Mohammed Qreiqeh, serta tiga kameramen/anggota tim teknis — Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal dan Moamen Aliwa. Pihak rumah sakit setempat dan wartawan lapangan melaporkan jenazah dibawa ke fasilitas medis terdekat.

Baca Juga :  Kapolri Tegaskan: Wartawan Tak Bisa Dijerat UU ITE, Kebebasan Pers Harus Dijaga

Pernyataan Israel. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan pernyataan yang menyatakan strike itu sengaja menargetkan Anas al-Sharif karena diduga memimpin sel militan Hamas yang terlibat serangan terhadap warga dan pasukan Israel. Israel mengatakan serangan tersebut berdasarkan informasi intelijen yang menurut mereka menunjukkan keterlibatan aktif al-Sharif dalam operasi militer. Pernyataan IDF ini tersedia dalam pernyataan resmi dan laporan media internasional.

Tanggapan Al-Jazeera dan organisasi pers. Al-Jazeera mengecam keras tindakan itu, menyebutnya sebagai “pembunuhan yang ditargetkan” dan upaya untuk membungkam wartawan yang meliput situasi di Gaza. Committee to Protect Journalists (CPJ), Amnesty International, dan organisasi hak asasi lain menyerukan penyelidikan independen, menyatakan bahwa tuduhan Israel belum dibuktikan dan menekankan bahaya klaim bahwa wartawan berpura-pura menjadi militan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan PM Malaysia Sepakat Kelola Ambalat Bersama

Konflik klaim dan bukti. Hingga saat ini, klaim Israel soal afiliasi militan al-Sharif belum dipublikasikan bukti yang dapat diverifikasi secara independen. Para pembela kebebasan pers menyoroti pola sebelumnya di mana wartawan dituduh menjadi target karena klaim-klaim yang sulit diverifikasi — sebuah praktik yang mereka khawatirkan dapat membahayakan keselamatan jurnalis di zona perang. CPJ sebelumnya sudah memperingatkan tentang risiko yang dihadapi Anas al-Sharif setelah kampanye tuduhan dari pihak militer.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025