Gaza City Menjelang Serangan Besar: Dari Pusat Kehidupan Menjadi Reruntuhan

TerkiniJambi

Bantuan internasional sangat terbatas masuk ke wilayah utara Gaza. Bahkan, insiden tragis kerap terjadi saat warga berebut pasokan, mengakibatkan korban jiwa tambahan. Kondisi layanan kesehatan hampir lumpuh, listrik padam, sanitasi buruk, dan kriminalitas meningkat di tengah kekacauan.

Sejumlah negara serta organisasi internasional menekan Israel agar menunda serangan darat dan membuka akses kemanusiaan. Namun, hingga kini, upaya diplomasi belum membuahkan hasil nyata. Israel tetap berkeras melanjutkan operasi militer untuk, menurut mereka, “menghapus ancaman Hamas dari akar-akarnya.”

Baca Juga :  Perang Kata-Kata Membara! Israel Sebut Iran “Negara Teroris Nuklir”, Khamenei Balas: “Kami Tidak Akan Diam”

Gaza City kini berada di ambang babak paling mematikan dalam sejarahnya. Dari kota yang pernah menjadi pusat perdagangan dan budaya Palestina, ia berubah menjadi simbol penderitaan, krisis kemanusiaan, dan peperangan yang belum berkesudahan.

Baca Juga :  Harga Beras di Mahakam Ulu Tembus Rp 1,2 Juta per Karung, Warga Tercekik Logistik

Sementara Israel bersiap memulai serangan penuh, satu hal yang pasti: ribuan warga sipil kembali menjadi pihak paling rentan yang terjebak di antara kepentingan militer dan perebutan kekuasaan.

Editor Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025