ACAB dan 1312 Memuncak di Linimasa Usai Tragedi Rantis Brimob — Simbol Perlawanan atau Provokasi?

TerkiniJambi

Kenapa slogan lama ini kembali viral?

Ada beberapa faktor yang membuat istilah seperti ACAB/1312 cepat menyebar saat krisis:

  1. Simplicity & Symbolism: Sekilas singkat, mudah diingat, dan segera menjadi tanda solidaritas.
  2. Mobilisasi digital: Dalam era platform, slogan mudah dikodekan (1312) untuk menghindari sensor otomatis.
  3. Akumulasi ketidakpuasan: Insiden besar berfungsi sebagai pemicu bagi narasi lama tentang ketidakadilan institusional.

Implikasi jurnalistik dan hukum

Untuk media: peliputan harus menyeimbangkan hak publik untuk tahu dengan kewajiban verifikasi agar tidak menyebarkan informasi palsu atau menambah panas situasi. Secara hukum, penggunaan slogan provokatif umumnya masih dilindungi sebagai ekspresi, tetapi bisa menjadi masalah bila disertai ajakan kekerasan atau fitnah terhadap individu.

Baca Juga :  Demo Ribuan Warga di Pati, Desak KPK Tetapkan Bupati Sudewo Tersangka — Sudewo Siap Hadiri Pemeriksaan 27 Agustus

Analisis singkat

Slogan seperti ACAB dan kode 1312 berfungsi ganda: sebagai alat ekspresi kolektif sekaligus potensi katalis ketegangan. Jalan keluar yang konstruktif memerlukan investigasi yang transparan, komunikasi publik yang akuntabel dari aparat, dan ruang dialog yang menjamin penegakan hukum tanpa memicu lebih banyak konflik.

Baca Juga :  MK Jawab Kritik Soal Putusan Pemilu: DPR Didesak Bergerak, Pemerintah Tunggu Komando Prabowo

Rekomendasi bagi publik dan pembuat kebijakan

  • Tingkatkan akses ke mekanisme pengaduan independen (Komnas HAM, Ombudsman, Kompolnas).
  • Media dan aktivis diimbau mendorong tuntutan berbasis bukti, bukan spekulasi.
  • Aparat wajib membuka informasi sejelas mungkin dalam batas hukum untuk meredam desas-desus.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025