“Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera menghentikan kerja sama ekonomi dengan entitas yang terlibat dalam pendudukan dan kekerasan terhadap rakyat Palestina,” ujar perwakilan kampanye BDS (Boycott, Divestment, Sanctions).
Respons Perusahaan Masih Minim
Hingga saat ini, mayoritas perusahaan yang disebut dalam laporan belum memberikan tanggapan resmi. Beberapa memilih bungkam, sementara yang lain menyatakan akan mengkaji ulang keterlibatan mereka di kawasan konflik tersebut.
Namun tekanan global diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan desakan agar ada langkah hukum, embargo senjata, dan pertanggungjawaban internasional bagi para eksekutif perusahaan yang terlibat dalam praktik bisnis yang mendukung pelanggaran HAM berat.
Genosida Bukan Sekadar Isu Politik
Laporan PBB ini menjadi penanda penting bahwa isu genosida bukan lagi sekadar perdebatan diplomatik, tapi juga soal keterlibatan aktif dunia korporasi dalam membentuk lanskap kekerasan global. Sebuah pengingat keras bahwa bisnis tidak boleh lepas dari etika dan tanggung jawab kemanusiaan.
(Redaksi/terkinijambi.com)