Israel Gempur Istana Kepresidenan Suriah, AS Desak Hentikan Serangan

TerkiniJambi

DAMASKUS – Ketegangan kawasan Timur Tengah kembali memuncak. Jet-jet tempur milik Israel meluncurkan serangan udara ke sejumlah lokasi strategis di Damaskus, Suriah, termasuk area sekitar Istana Kepresidenan dan markas Kementerian Pertahanan, Rabu (16/7/2025) waktu setempat.

Ledakan hebat terdengar mengguncang pusat ibu kota Damaskus sekitar pukul 02.30 dini hari. Otoritas Suriah menyebutkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan serius di beberapa gedung militer dan fasilitas pemerintah, termasuk bagian dari gedung Kementerian Pertahanan yang mengalami keruntuhan parsial.

Motif: Perlindungan Warga Druze di Suwayda

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Israel mengklaim bahwa serangan ini merupakan bentuk “operasi defensif” sebagai tanggapan atas meningkatnya kekerasan terhadap komunitas Druze di wilayah Suwayda, Suriah Selatan.

“Peringatan telah disampaikan. Serangan ini adalah bentuk pembalasan atas ancaman nyata terhadap komunitas Druze,” ujar Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, seperti dikutip dari The Times.

Wilayah Suwayda sendiri dalam dua pekan terakhir menjadi medan pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok oposisi bersenjata. Sejumlah tokoh masyarakat Druze sebelumnya juga telah meminta intervensi luar untuk melindungi warga sipil.

Baca Juga :  Ketika Amerika Serbu Aceh: Balas Dendam Berdarah atas Serangan Kapal Dagang

Korban Jiwa dan Reaksi Internasional

Media Suriah melaporkan sedikitnya 5 personel militer tewas dan 14 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Sementara organisasi pemantau HAM di Suriah mencatat setidaknya tiga warga sipil turut menjadi korban dalam insiden itu.

Baca Juga :  Gangsta Debbs: Nenek Inggris Pimpin Kartel Kokain Rp1,7 Triliun Bersama Keluarganya

Reaksi keras datang dari Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendesak Israel untuk menghentikan eskalasi kekerasan.

“Kami menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Tidak ada solusi militer dalam konflik ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Washington, D.C.

Negara-negara lain seperti Turki dan beberapa anggota Uni Eropa turut mengecam aksi militer Israel. Uni Eropa bahkan disebut sedang mempertimbangkan sanksi diplomatik sebagai bentuk tekanan terhadap Tel Aviv.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025