Jakarta — DPP Partai Gerindra resmi mencopot Mirwan MS dari jabatan sebagai Ketua DPC Gerindra di Aceh Selatan. Langkah ini diambil menyusul sorotan publik setelah Mirwan diketahui melakukan perjalanan umrah ke Tanah Suci bersama keluarga di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda wilayahnya.
Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, mengatakan bahwa partainya menerima laporan mengenai keberangkatan Mirwan dan menilai tindakan tersebut “sangat tidak mencerminkan kepemimpinan yang baik.” Karena itu, DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikannya dari jabatan Ketua DPC.
Tanggapan dari Pemerintah Provinsi Aceh
Sementara itu, Muzakir Manaf (Mualem), Gubernur Aceh, menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan izin kepada Mirwan untuk bepergian ke luar negeri di masa tanggap darurat bencana. “Tidak saya teken,” ujar Mualem, menegaskan bahwa permohonan izin keluar negeri ditolak karena kondisi darurat bencana.
Pernyataan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Kabag Prokopim, Denny Herry Safputra, menyatakan bahwa keberangkatan Mirwan bersama istri ke Tanah Suci dilakukan setelah mereka menilai bahwa situasi di beberapa wilayah sudah stabil — khususnya setelah debit air di pemukiman warga di wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya dinyatakan surut.
Reaksi Publik dan Implikasi
Keputusan pencopotan ini muncul di tengah sorotan luas publik dan viral di media sosial. Banyak pihak menilai tindakan umrah semasa bencana memperlihatkan kurangnya empati dan tanggung jawab terhadap kondisi masyarakat. Sementara itu, Gerindra melalui keputusan tersebut menunjukkan sikap tegas terhadap anggota/pimpinan apabila dianggap lalai atau tidak sensitif terhadap krisis di daerah.
Editor Redaksi @terkinijambi.com





