“Informasi yang saya terima dari sekolah itu, awalnya yang kelas 11 (pelaku) punya pacar, kemudian diputus oleh pacarnya. Karena si pelaku bisa membuka akun Instagram pacarnya, dia melihat ada chat dari adik kelasnya yang menjadi korban. Padahal itu komunikasi biasa saja, cuma ‘hello-hello’ saja, lalu cemburu,” kata Imam.
Peristiwa tersebut terjadi ketika jam makan siang atau waktu istirahat sekolah. Menurut Imam, kejadian itu tidak terpantau oleh pihak sekolah.
“Sedang jam makan siang, jam istirahat. Ternyata ada kejadian seperti itu dan tidak terpantau. Ini bagian dari kelalaian kita, maka akan kita perbaiki SOP dan layanan kita,” sambungnya.
Korban Mendapat Pendampingan
Korban hingga kini masih belum kembali beraktivitas di sekolah.
PCNU bersama Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Kebumen telah mendatangi keluarga korban. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pendampingan dan dukungan psikologis kepada korban serta keluarganya.
Editor Tim Redaksi @terkinijambi.com





