Tragedi Siswa SD di NTT: Bunuh Diri Diduga Tak Mampu Beli Buku dan Pena, DPR Sebut Potret Buram Hak Dasar Pendidikan

TerkiniJambi
Gambar Ilustrasi siswa diduga bunuh diri akibat tidak mampu membeli buku dan pena ( gambar Ilustrasi ).
Gambar Ilustrasi siswa diduga bunuh diri akibat tidak mampu membeli buku dan pena ( gambar Ilustrasi ).

Para legislator dan pemerhati anak mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kebijakan pendidikan inklusif, memperluas bantuan perlengkapan sekolah gratis, serta meningkatkan peran guru dalam mendeteksi dini gejala tekanan emosional pada siswa.

Baca Juga :  Ketua KPU RI : Revisi Undang-undang Pemilu Mandeg di DPR

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa hak pendidikan bukan sekadar angka anggaran, melainkan soal kehadiran negara yang benar-benar dirasakan oleh anak-anak di lapisan paling bawah.

Penanganan serius atas kasus ini diharapkan tidak berhenti pada belasungkawa semata, tetapi menjadi titik balik kebijakan nyata agar tidak ada lagi anak bangsa yang kehilangan harapan hidup hanya karena persoalan kebutuhan belajar paling mendasar.

Baca Juga :  Detik-detik Kapal Terbakar di Laut Talaud: TNI AL Turun Tangan, Bayi 3 Bulan Diselamatkan dari Kepungan Api

Editor Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025