Epstein Files 2026 Dibuka: Jutaan Dokumen Guncang Dunia, Antara Fakta Hukum dan Klaim Konspirasi Global

TerkiniJambi
Epstein Files, dan disebut sebagai pembukaan arsip terbesar sepanjang sejarah kasus Epstein. Dampaknya pun langsung terasa, memicu gelombang kontroversi global dan perdebatan sengit di ruang publik internasional.
Epstein Files, dan disebut sebagai pembukaan arsip terbesar sepanjang sejarah kasus Epstein. Dampaknya pun langsung terasa, memicu gelombang kontroversi global dan perdebatan sengit di ruang publik internasional.

Washington — Skandal Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia. Pada awal Februari 2026, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) resmi merilis jutaan dokumen baru terkait kasus eksploitasi seksual anak dan perdagangan manusia yang melibatkan mendiang miliarder Jeffrey Epstein beserta jaringan pergaulannya.

Rilis besar-besaran ini populer disebut publik sebagai “Epstein Files”, dan disebut sebagai pembukaan arsip terbesar sepanjang sejarah kasus Epstein. Dampaknya pun langsung terasa, memicu gelombang kontroversi global dan perdebatan sengit di ruang publik internasional.

Dokumen yang dibuka ke publik tersebut mencakup lebih dari tiga juta halaman, berisi log penerbangan jet pribadi, korespondensi pribadi, catatan administratif, hingga rekaman foto dan video yang sebelumnya disegel.

Baca Juga :  Kisah Syekh Abdullah Quilliam: Mualaf Cerdas Pendiri Masjid Pertama di Inggris

Nama-Nama Besar Kembali Disorot

Dalam tumpukan dokumen tersebut, tercantum sejumlah nama tokoh berpengaruh dunia, mulai dari pengusaha, politisi, hingga figur publik lintas negara. Beberapa nama yang kembali disorot publik antara lain Donald Trump, Bill Gates, serta sejumlah elit internasional lainnya.

Namun DOJ menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen tidak otomatis berarti keterlibatan pidana. Banyak dokumen bersifat arsip administratif, kliping media, atau catatan relasi sosial dan bisnis yang secara hukum masih memerlukan verifikasi dan pembuktian lebih lanjut.

Klaim Sensasional: Intelijen, Asia, dan Narasi Liar

Di tengah rilis dokumen resmi, berbagai klaim sensasional ikut beredar luas. Salah satunya berasal dari pernyataan sejumlah informan yang mengklaim Epstein diduga memiliki keterkaitan dengan badan intelijen asing, termasuk Mossad.

Baca Juga :  Baliho Prabowo Viral di Tel Aviv, Kemlu Tegaskan: Indonesia Tak Akan Normalisasi Tanpa Pengakuan Palestina

Klaim tersebut hingga kini belum pernah dibuktikan secara hukum dan masih berada di wilayah spekulasi. Para analis hukum mengingatkan publik agar membedakan antara temuan dokumen resmi dan narasi konspiratif yang berkembang di luar proses peradilan.

Selain itu, sejumlah laporan tidak resmi di media internasional dan forum daring juga menyebut adanya nama-nama tokoh dari kawasan Asia, termasuk Asia Tenggara, yang tercantum dalam berkas Epstein. Bahkan beredar narasi mengenai benda simbolik bernilai religius yang disebut pernah dikirimkan kepada Epstein.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025