“Artinya ada potensi yang belum tergarap maksimal. Infrastruktur harus dibenahi lebih dulu agar pelayanan dan pendapatan sama-sama meningkat,” kata Ulil.
Ia juga menilai subsidi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi sebesar Rp1 miliar per tahun masih belum memadai, mengingat biaya operasional listrik saja mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun.
“Fokus kita jelas, perkuat intake, stabilkan listrik, dan benahi distribusi. Kalau pelayanan membaik, pendapatan naik, maka PDAM bisa sehat dan masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih,” pungkasnya.
Editor Redaksi @terkinijambi.com
