Zohran Mamdani Resmi Jadi Wali Kota New York: Sejarah Baru di Balik Sumpah dengan Al-Qur’an

TerkiniJambi
Zohran Mamdani dilantik menjadi Walikota New York di stasiun kereta bawah tanah tua Old City Hall, ( Dok Photo Media Internasional ).
Zohran Mamdani dilantik menjadi Walikota New York di stasiun kereta bawah tanah tua Old City Hall, ( Dok Photo Media Internasional ).

NEW YORK — Di tengah suasana pergantian tahun yang meriah, Kota New York mencatatkan babak baru dalam sejarah politiknya. Zohran Mamdani, sosok muda berusia 34 tahun, resmi menjabat sebagai Wali Kota New York City tepat pada menit-menit awal New Year’s Day setelah dilantik dalam sebuah upacara yang sarat makna simbolik dan historis.

Pelantikan itu berlangsung di stasiun kereta bawah tanah tua Old City Hall yang sudah dinonaktifkan sejak dekade lalu — lokasi yang dipilih Mamdani sebagai cerminan perhatian terhadap sejarah kota dan kehidupan kaum pekerja urban. Di hadapan keluarga serta sejumlah tokoh politik, Mamdani mengucapkan sumpah jabatan dengan meletakkan tangan di atas Al-Qur’an, menjadikan dirinya Muslim pertama dan pemimpin keturunan Afrika-Asia Selatan pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Krisis di Baltik: Jet Rusia Langgar Langit Estonia, NATO Gelar Konsultasi Mendesak

Tradisi Baru dan Momentum Simbolis

Upacara pengambilan sumpah dipimpin oleh Jaksa Agung New York, Letitia James, yang membentangkan teks Al-Qur’an bernilai sejarah tinggi — termasuk salinan milik kakek Mamdani serta sebuah mushaf kecil yang berasal dari koleksi Schomburg Center for Research in Black Culture. Keputusan Mamdani menggunakan Al-Qur’an bukan sekadar ritus personal, tetapi juga sinyal kuat tentang inklusivitas dan keberagaman masyarakat New York.

“Ini adalah kehormatan dan hak istimewa terbesar dalam hidup saya,” ujar Mamdani dalam sambutannya singkat setelah resmi disumpah.

Pelantikan ini juga menjadi momentum bersejarah: selain menjadi wali kota Muslim pertama, Mamdani adalah wali kota termuda dalam beberapa generasi di New York.

Baca Juga :  Kerumunan yang Membeku: Ketika Kampanye Berubah Jadi Tragedi di Karur

Agenda Kepemimpinan dan Tantangan Baru

Pada pemilihan umum 4 November 2025 lalu, Mamdani memenangkan kursi wali kota setelah berkompetisi sengit melawan mantan Gubernur New York dan kandidat lain, berkat kampanye yang fokus pada isu keterjangkauan hidup, transit publik gratis, serta ekspansi layanan sosial.

Meskipun demikian, tantangan besar menanti. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat urban paling kompleks di dunia, dengan tekanan biaya hidup yang tinggi, kebutuhan perbaikan layanan publik, serta dinamika politik lokal yang kuat — semua harus dihadapi oleh kepemimpinan baru di bawah Mamdani.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025