Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi peran Inspektorat Daerah sebagai quality assurance sekaligus mitra konsultasi bagi OPD. Inspektorat diharapkan mampu menjadi sistem peringatan dini (early warning system) dalam mencegah potensi penyimpangan.
Menurut Junaidi, tujuan akhir dari penerapan SPIP dan manajemen risiko adalah peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan sistem pengendalian yang kuat, pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Muaro Jambi.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Sosialisasi SPIP dan Manajemen Risiko di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.
Editor Redaksi @terkinijambi.com
Sumber Dok Diskominfo Muaro Jambi





