Isra Mi’raj 2026: 27 Rajab 1447 H, Momentum Spiritualitas di Tengah Libur Panjang

TerkiniJambi
Gambar Ilustrasi Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
Gambar Ilustrasi Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Salat: Mi’rajnya Orang Beriman

Rasulullah SAW bersabda:

الصَّلَاةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِ

Artinya: “Salat adalah mi’rajnya orang beriman.”

(HR. Al-Baihaqi)

Maknanya, setiap kali seorang Muslim menunaikan salat dengan khusyuk, sejatinya ia sedang mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana Nabi Muhammad SAW dimuliakan dalam peristiwa Mi’raj.

Mengisi Libur Isra Mi’raj dengan Amal Bermakna

Momentum libur panjang Isra Mi’raj seharusnya tidak berlalu tanpa makna. Inilah saat terbaik untuk:

Baca Juga :  Respons Pemerintah dan DPR RI atas 17+8 Tuntutan Rakyat: Dari Hak Unjuk Rasa hingga Reformasi Kebijakan

  • Memperbaiki kualitas salat dan ibadah harian
  • Menghadiri majelis ilmu dan kajian keislaman
  • Memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial
  • Menanamkan nilai iman kepada anak-anak sejak dini
Baca Juga :  HPN 2026 Jadi Momentum Penguatan Kebebasan Pers Usai Putusan MK

Penutup

Isra Mi’raj bukan hanya kisah perjalanan Nabi, tetapi undangan spiritual bagi umat Islam untuk naik derajat di sisi Allah SWT. Semoga peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah ini menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih taat, jujur, dan penuh keberkahan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025