SENGETI — Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, bersama Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir, serta didampingi Sekretaris Daerah Muaro Jambi Budhi Hartono, bergerak cepat menangani kasus keracunan yang menimpa lebih dari 100 murid di wilayah Muaro Jambi.
Pemerintah daerah memastikan seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Penanganan medis dilakukan di RSUD Ahmad Ripin pada Jumat (30/1/2026).
“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama kami saat ini. Untuk sementara, pengobatan akan diberikan secara gratis kepada seluruh korban,” kata Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno.
Kasus keracunan tersebut diduga berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di sekolah-sekolah. Para korban mengalami sejumlah gejala, di antaranya muntah, diare, badan lemas, hingga gemetar.
Salah seorang orang tua murid, Fitriani, mengungkapkan kondisi anaknya setelah mengikuti kegiatan makan di sekolah.
“Anak saya mulai menunjukkan gejala tak lama setelah tiba di rumah. Sekitar jam sebelas siang masih normal. Setelah makan di sekolah dan sampai rumah, anak saya muntah-muntah. Bibirnya sampai biru, badannya gemetaran,” ujar Fitriani.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti seluruh arahan medis agar proses pemulihan korban dapat berjalan dengan baik.
Selain penanganan medis, pemerintah daerah juga menyatakan akan menyusun mekanisme penindakan lanjutan terkait kejadian tersebut.
Hingga saat ini, kasus keracunan masih dalam proses penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kejadian, sekaligus merumuskan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.
Editor Redaksi @terkinijqmbi.com
Sumber Dok Diskominfo Muaro Jambi





