Meski dihantam tuduhan keras, kampanye Mamdani justru mengalami lonjakan dukungan, terutama dari generasi muda dan komunitas imigran yang melihatnya sebagai simbol perubahan. Media lokal melaporkan bahwa sejumlah relawan baru bergabung setelah kontroversi itu mencuat, menunjukkan bahwa retorika ketakutan tampaknya gagal memengaruhi suara di tingkat akar rumput.
Perseteruan antara Trump dan Mamdani kini dianggap sebagai gambaran kontras dua arah masa depan politik Amerika: satu kubu berpegang pada retorika lama berbasis ketakutan ideologi, sementara kubu lain mengedepankan reformasi kebijakan sosial. Dalam konteks ini, Pilwalkot New York bukan sekadar pertarungan personal, melainkan juga barometer arah demokrasi di negeri Paman Sam.
Editor: Redaksi @terkinijambi.com
