SENGETI, – Pagi itu Lapangan Pendopo Kantor Bupati di Bukit Cinto Kenang berubah menjadi ruang pertemuan hangat ketika Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengundang kafilah MTQ tingkat Provinsi, para official, dan dewan hakim untuk sebuah coffee morning. Acara yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025, dimaksudkan bukan sekadar minum kopi — melainkan untuk memperkuat ikatan kemanusiaan antara tuan rumah dan tamu-tamunya.
Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi Mahir, hadir memimpin acara dan menyampaikan nada rendah hati. Dalam sambutannya ia mencatat bahwa sebagai tuan rumah mereka menyadari kemungkinan ada kekurangan selama gelaran MTQ dari pembukaan hingga penutupan.
“Sebagai Tuan Rumah MTQ, kami menyampaikan permohonan maaf bila dalam penyelenggaraan MTQ dari mulai pembukaan hingga penutupan nanti malam, ada hal-hal yang kurang berkenan. Kami mohon maaf dan atas nama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, kami juga meminta maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan.” — Wakil Bupati Junaidi Mahir
Tidak hanya pejabat, acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah H. Budhi Hartono, Ketua TP PKK Kabupaten Muaro Jambi Ririn Novianty, serta jajaran OPD. Suasana santai memberi ruang bagi para kafilah dan dewan hakim saling bertukar cerita, memberi masukan, dan mengukir kenangan kecil yang hangat — dari diskusi teknik tilawah hingga tawa ringan antarofficial.
Wakil Bupati menutup sambutan dengan pesan motivasi: agar peserta membawa pulang pengalaman berharga dan terus mengasah kemampuan. Ia menegaskan harapan agar momen kebersamaan ini menjadi pemicu prestasi baru bagi kafilah yang berlaga.
“Kami berharap para kafilah dapat membawa pulang pengalaman dan kenangan yang baik dari Kabupaten Muaro Jambi. Kami juga berharap agar para kafilah dapat terus meningkatkan kemampuan dan prestasi dalam bidang MTQ.” — Wakil Bupati
Selain mempererat silaturahmi, pertemuan informal seperti ini juga membuka peluang perbaikan pelayanan. Interaksi langsung antara peserta dan penyelenggara memberi masukan serta menenangkan suasana di balik hiruk-pikuk kompetisi — hal penting ketika sebuah daerah menjadi tuan rumah event besar.





