SENGETI, – Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, didampingi Sekretaris Daerah, H. Budi Hartono, memimpin rapat evaluasi Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) di Ruang Rapat Titian Galing Kato Sepakat, Kantor Dinas PPKB, Jumat (14/11/2025). Pertemuan itu dihadiri pimpinan OPD dan pejabat perangkat daerah sebagai upaya konsolidasi pelaksanaan pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Bambang menegaskan bahwa MCSP merupakan alat ukur yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menilai dan meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik. Ia meminta seluruh aparatur untuk meningkatkan kesadaran dan menegakkan integritas dalam setiap proses administrasi dan penganggaran.
“MCSP bukan sekadar angka, melainkan cerminan komitmen kolektif. Kita harus kerja bersama agar Muaro Jambi naik peringkat dan menjadi contoh tata kelola yang baik,” ujar Bupati dalam pembukaannya.
RPJMD 2025–2029: Visi dan 12 Prioritas
Bupati juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan korupsi berjalan seiring dengan visi pembangunan RPJMD Kabupaten Muaro Jambi 2025–2029: “Berbakti untuk terwujudnya Muaro Jambi Berkeadilan, Berakhlak, Maju serta Unggul Bidang Pertanian, Industri dan Pariwisata”. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkab telah merumuskan 12 program prioritas yang diterjemahkan ke dalam 81 program pembangunan, yaitu:
- Program Muaro Jambi Cerdas
- Program Muaro Jambi Sehat
- Program Berdaulat Pangan
- Program Milineal Berdikari
- Program Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Gema Desa)
- Program Kecamatan Membangun
- Program Lumbung Pangan
- Program Investasi dan Lapangan Pekerjaan
- Program Emak-Emak Berdikari
- Program Penguatan Lembaga Keuangan Mikro
- Program Pelayanan Publik yang Mudah
- Program Muaro Jambi Lestari
Perwakilan KPK RI, Surya Wiharsa, memaparkan kondisi penilaian MCSP terkini. Menurut Surya, skor Kabupaten Muaro Jambi berada pada angka 52,52 dan menempati peringkat keenam secara nasional dalam kategori yang dipantau. Namun, Surya menilai masih banyak ruang perbaikan untuk menaikkan capaian tersebut.





