JAKARTA – Gelombang desakan publik melalui aksi mahasiswa dan buruh akhirnya mendapat respons pemerintah. Tunjangan anggota DPR RI dipastikan bakal dialihkan untuk kepentingan pendidikan, khususnya meningkatkan insentif guru honorer serta memperluas Program Indonesia Pintar (PIP) hingga ke jenjang taman kanak-kanak (TK).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa usulan ini sudah disampaikan kepada Komisi X DPR RI. Salah satu poin terpenting adalah kenaikan insentif guru honorer dari semula Rp300 ribu per bulan menjadi Rp500 ribu per bulan.
“Kami sudah mengajukan agar insentif guru honorer dinaikkan menjadi Rp500 ribu per bulan mulai tahun 2026. Ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada para pendidik yang selama ini berjuang dengan keterbatasan,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Abdul Mu’ti menambahkan, pada 2025 pemerintah sudah menyalurkan insentif sebesar Rp2,1 juta per guru honorer, dihitung untuk 7 bulan dengan nominal Rp300 ribu per bulan. Jumlah penerima juga meningkat tajam dari 67 ribu guru pada 2024 menjadi lebih dari 341 ribu guru di 2025.
Selain insentif honorer, program PIP juga akan diperluas. Jika sebelumnya hanya mencakup SD hingga SMA, mulai 2026 anak-anak TK dari keluarga tidak mampu akan mendapat bantuan Rp450 ribu per siswa per tahun.
“Kami ingin memastikan pendidikan 13 tahun bisa diakses sejak dini, sehingga anak-anak prasekolah dari keluarga kurang mampu tidak tertinggal,” jelas Mu’ti.
Dari pihak legislatif, Komisi X DPR RI memberikan sinyal positif. Anggota Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, menyatakan pihaknya siap mengawal usulan tersebut dalam pembahasan anggaran.
“Kami menyambut baik inisiatif Mendikdasmen. Alih fungsi tunjangan DPR menjadi insentif guru honorer dan PIP TK adalah langkah yang sejalan dengan tuntutan rakyat. Pendidikan memang harus menjadi prioritas,” kata Syaiful Huda.
Ia juga menekankan bahwa DPR tidak akan menghambat proses pengalihan anggaran ini.
“Kami akan pastikan pada rapat-rapat lanjutan bersama pemerintah agar keputusan ini segera terealisasi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh guru honorer dan anak-anak bangsa,” tegasnya.





