“UI tetap konsisten berdiri bersama rakyat Palestina,” tegas Arie.
Sejumlah pengamat pendidikan menilai kasus ini menjadi alarm agar perguruan tinggi memperketat evaluasi dan verifikasi pembicara, khususnya bila memiliki rekam jejak politik yang kontroversial. Di sisi lain, ruang akademik yang terbuka terhadap beragam perspektif dinilai tetap penting, asalkan melalui kurasi yang hati-hati dan peka konteks.
Kontroversi ini menjadi ujian bagi UI untuk menjaga reputasi, kepekaan sosial, dan standar tata kelola undangan akademik. Publik kini menunggu langkah korektif yang nyata agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi.






