terkinijambi.com,– Hasil survei nasional yang dipaparkan Polling Institute menunjukkan Kejaksaan Agung menduduki posisi teratas dalam tingkat kepercayaan publik di antara lembaga penegak hukum dengan persentase responden yang menyatakan percaya mencapai 70%. Survei ini mengambil sampel nasional melalui wawancara telepon dan dilakukan pada awal Agustus 2025.
Temuan utama
- Kejaksaan Agung: 70% responden menyatakan percaya.
- Mahkamah Konstitusi (MK): 68%.
- Pengadilan: 66%.
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): 64%.
- Kepolisian: 61%.
Survei dilaksanakan pada 4–7 Agustus 2025 melalui wawancara telepon terhadap 1.206 responden dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menggambarkan snapshot opini publik pada periode tersebut.
Analisis: Mengapa Kejaksaan unggul?
Beberapa faktor yang tampak mendongkrak kepercayaan publik kepada Kejaksaan antara lain:
- Penanganan kasus korupsi strategis—public visibility pada penindakan dan upaya pengembalian kerugian negara menjadi sinyal efektivitas bagi publik.
- Visibilitas komunikasi—konferensi pers, penyitaan aset, dan publikasi capaian memperkuat persepsi tindakan nyata.
- Persepsi keberanian menjerat elite—aksi terhadap figur publik berprofil tinggi memberi kesan penegakan hukum tanpa tebang pilih.
- Kepemimpinan institusi—gaya komunikasi pimpinan Kejaksaan berpengaruh pada penilaian publik jangka pendek.
Implikasi
Kepercayaan tinggi memberi “modal politik” dan legitimasi bagi Kejaksaan. Namun hal ini juga menaikkan ekspektasi publik; potensi politisasi, inkonsistensi, atau kegagalan publik terkait kasus sensitif dapat menyebabkan penurunan kepercayaan yang cepat.
Kritik & keterbatasan data
Wartawan perlu menyorot keterbatasan survei saat melaporkan hasil ini:
- Metode wawancara telepon rentan under‑representasi kelompok tanpa akses telepon.
- Ukuran sampel (1.206) cukup untuk estimasi nasional, tetapi margin error untuk sub‑kelompok bisa besar.
- Framing pertanyaan (kata “percaya”) perlu dilihat naskah kuesioner untuk interpretasi tepat.