Fokus Belanja Prioritas 2026
- Ketahanan pangan, ketahanan energi, dan program makan bergizi gratis.
- Pendidikan & kesehatan.
- Penguatan kualitas belanja agar setiap rupiah berdampak pada lapangan kerja, daya beli, dan layanan publik.
Kesimpulan
Rencana penarikan utang Rp 781,9 triliun pada 2026 menjadi instrumen utama menutup defisit dan menjaga momentum pembangunan. Pemerintah menegaskan tata kelola utang yang hati-hati, akuntabel, dan terukur sembari memperluas pembiayaan inovatif agar APBN tetap sehat dan kredibel.
- DetikFinance: “Prabowo Berencana Tarik Utang Rp 781 T di 2026…” (18/8/2025)
- Bisnis.com: “Prabowo Bakal Tarik Utang Rp 782 Triliun…” (15/8/2025)
- DDTCNews: Teks pidato RAPBN 2026 (15/8/2025)
- Setneg: Siaran pers RAPBN 2026 (15/8/2025)
Catatan: Angka merujuk dokumen Nota Keuangan & RAPBN 2026 per 15–18 Agustus 2025.
Editor Redaksi @terkinijambi.com





