Penemuan Forensik Awal (2016–2017)
Pada ekskavasi uji yang dilakukan beberapa tahun setelah laporan Corless, para ahli menemukan sisa-sisa manusia — tulang dan fragmen yang konsisten dengan bayi dan balita — di struktur yang sebelumnya merupakan ruang sanitasi/septic tank di lokasi bekas panti. Analisis awal menegaskan bahwa sisa-sisa tersebut berasal dari periode operasi panti (1925–1961). Temuan ini memperkuat klaim bahwa puluhan — bahkan ratusan — mayat tidak dimakamkan secara layak.
Mengapa Ini Terjadi? (Konteks Sosial dan Politik)
- Stigma sosial: Hamil di luar nikah dianggap aib besar; keluarga sering “mengasingkan” wanita dengan cara mengirim mereka ke institusi.
- Kerangka agama-negara: Gereja Katolik memegang peran besar dalam layanan sosial; kerangka ini memberi ruang bagi praktik yang kurang diawasi.
- Kondisi medis & sanitasi buruk: Tingginya angka infeksi, malnutrisi, dan minimnya perawatan memicu tingginya angka kematian anak.
- Kelemahan pencatatan & akuntabilitas: Ketiadaan atau manipulasi catatan pemakaman memungkinkan terjadinya pemakaman tidak resmi.
Tanggapan Pemerintah dan Gereja
Pada Januari 2021, Perdana Menteri Irlandia secara resmi meminta maaf atas perlakuan yang diterima perempuan dan anak di jaringan institusi ini. Pemerintah juga menyetujui sejumlah rekomendasi komisi, termasuk upaya pengakuan, perbaikan catatan, dan kompensasi dalam beberapa kasus. Ordo Bon Secours mengeluarkan pernyataan penyesalan, namun tanggapan gereja memicu kritik publik terkait lambatnya pengakuan penuh atas kesalahan. 6
Ekskavasi Forensik Lengkap 2025: Apa yang Terjadi
Pada pertengahan Juli 2025 otoritas Irlandia memulai ekskavasi forensik menyeluruh di situs Tuam. Tim gabungan melibatkan arkeolog forensik, antropolog, ahli DNA dan pakar kriminologi dari Irlandia dan beberapa negara lain. Tujuan utamanya:
- Mengidentifikasi sisa-sisa melalui teknik forensik dan analisis DNA, bila memungkinkan.
- Mendokumentasikan lokasi dan konteks temuan secara ilmiah untuk tujuan sejarah dan hukum.
- Mengatur pemakaman layak dan pemberian nama jika identitas berhasil ditemukan.
Ekskavasi mendapat pengamanan ketat untuk menjaga integritas situs; proses ini diperkirakan memerlukan waktu berbulan-bulan hingga beberapa tahun tergantung pada kondisi temuan dan teknologi identifikasi yang diperlukan.





