Intinya, menurut pandangan akademis yang umum di kalangan pengamat: kompetensi bukan satu-satunya tolok ukur — keberlangsungan organisasi dan rasa keadilan internal juga harus dijaga.
Pernyataan IPW
Indonesia Police Watch (IPW) turut mengkritik langkah promosi yang melompati jenjang. Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, beberapa kali menyorot bahwa praktik semacam itu mengganggu mekanisme kaderisasi dan dapat menimbulkan kegaduhan di internal Polri.
“Promosi yang melompati angkatan merusak sistem kaderisasi dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam jenjang karier Polri,” ujar Neta S. Pane saat memberikan komentar publik terkait isu tersebut.
Implikasi dan seruan perbaikan
Baik kritik dari Oegroseno maupun isu yang diangkat IPW membuka diskusi besar tentang bagaimana menyeimbangkan antara kebutuhan figur berkompeten dan menjaga prinsip kelembagaan. Pemerintah, jajaran kepolisian, dan pemangku kepentingan diharapkan merumuskan mekanisme seleksi dan promosi yang transparan untuk memulihkan kepercayaan publik dan menjaga netralitas Polri.
Catatan redaksi: Pernyataan Oegroseno dikutip dari pernyataannya di kanal YouTube Forum Keadilan TV. IPW adalah lembaga pengawas kepolisian yang aktif mengkritik kebijakan kepemimpinan Polri.
Editor @terkinijambi.com