Usai Pimpin Upacara HUT RI ke-80, Bupati Muaro Jambi Serahkan Remisi di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi
SENGETI, – Setelah melaksanakan upacara detik-detik Proklamasi HUT ke-80 RI di Bukit Cinto Kenang, Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, bersama jajaran Forkopimda, berkunjung ke Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi untuk menyerahkan remisi umum kepada warga binaan, Minggu (17/8/2025).
Acara pemberian remisi digelar di Aula Lapas Jembatan Angso Duo dan dihadiri Wakil Bupati Junaidi H. Mahir, Sekretaris Daerah H. Budhi Hartono, serta Ketua DPRD Aidi Hatta. Bupati membacakan pidato resmi Menteri Hukum dan HAM RI, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, yang menegaskan pentingnya semangat persatuan, gotong royong, dan komitmen membangun bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati BBS mengapresiasi usaha keras jajaran Pemasyarakatan dalam melakukan pembinaan serta mendorong warga binaan untuk terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan atas kedisiplinan dan kesungguhan warga binaan mengikuti program pembinaan, sehingga setelah bebas diharapkan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.
178 Warga Binaan Terima Remisi Umum
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meta Eriza, menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 178 orang warga binaan menerima remisi umum, sementara 188 orang mendapat remisi dasawarsa. Hal ini menjadi bukti bahwa program pembinaan berjalan efektif, dengan meningkatnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga pelatihan keterampilan.
Inovasi: Brizzi dan Bioflok
Pada kesempatan tersebut, Lapas Perempuan juga memperkenalkan inovasi berupa kartu Brizzi untuk mendukung digitalisasi layanan pemasyarakatan, meningkatkan transparansi, efisiensi, serta kemudahan akses bagi warga binaan dan keluarga. Selain itu, dilakukan penebaran benih ikan lele di kolam bioflok sebagai bagian dari program kemandirian dan pembekalan keterampilan.
Acara ditutup dengan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 dan doa bersama agar semangat perjuangan para pahlawan dapat terus hidup di dalam diri seluruh komponen bangsa, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.