Benang Kusut Kematian Zara Qairina: Dari Dugaan Bullying hingga Sidang Pengadilan Anak

TerkiniJambi

Dilema Hukum: Prinsip Double Jeopardy

Salah satu poin krusial adalah prinsip double jeopardy — seseorang tidak dapat diproses dua kali untuk perbuatan yang sama jika telah diputuskan di pengadilan. Jika dakwaan awal berjalan dengan pasal yang lebih ringan, peluang menaikkan tuntutan di kemudian hari akan menipis, menempatkan keluarga korban pada posisi sulit antara mencari keadilan substantif dan batasan hukum prosedural.

Baca Juga :  KUHP Baru Kriminalkan Zina dan Kohabitasi, Antara Penegakan Moral dan Tantangan Penegakan Hukum

Apa yang Harus Diwaspadai Publik dan Penegak Hukum

  • Transparansi proses investigasi dan inkuiri coroner harus dijaga agar semua bukti dapat diakses secara sah oleh pihak berwenang dan, bila perlu, publik.
  • Pengawasan terhadap pelanggaran SOP aparat harus berjalan independen; adanya tekanan politik atau administratif harus dicegah.
  • Kepentingan perlindungan anak harus ditempatkan di atas segala tuntutan yang bisa menghalangi proses hukum yang adil dan cepat.
Baca Juga :  Kontroversi di SMA N 6 Muaro Jambi: MPRJ Laporkan Dugaan Pemerasan Siswa Berkedok Jual Beli LKS

Kesimpulan

Kasus Zara Qairina menyisakan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Perjuangan justice for Zara kini bergantung pada ketegasan penegak hukum, kualitas bukti forensik, dan keberanian institusi untuk mengevaluasi serta menindak pelanggaran SOP jika ditemukan. Bagi keluarga, publik, dan pengawas hukum, ini bukan sekadar perkara pidana biasa — tetapi ujian integritas sistem.

Editor Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025