TerkiniJambi.Com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi yang berlaku untuk periode dasarian 11–20 September 2025. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, banjir bandang, dan longsor di sejumlah wilayah dengan karakteristik rawan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dampak hidrometeorologi.
BMKG mencatat adanya peningkatan aktivitas atmosfer yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada dasarian kedua bulan September 2025. Faktor-faktor atmosferik seperti gelombang Kelvin, MJO, dan anomali sistem sirkulasi lokal ikut mendorong potensi presipitasi yang lebih tinggi di beberapa pulau utama. Karena itu BMKG menerbitkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk periode 11–20 September 2025.
Sumber: BMKG (prospek cuaca & peringatan dasarian).
Wilayah-wilayah yang masuk pemantauan
Beberapa provinsi dan kabupaten masuk kategori waspada/tinggi berdasarkan pemantauan BMKG dan BPBD daerah, antara lain: sebagian wilayah Sumatera (termasuk Aceh dan Sumatera Utara), Jawa bagian selatan, Kalimantan Selatan, Bali–Nusa Tenggara, serta sejumlah wilayah di Papua. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), BPBD melaporkan potensi hujan 150–200 mm untuk periode yang sama sehingga beberapa kecamatan masuk kategori menengah hingga tinggi risiko banjir dan genangan.
Sumber: BPBD DIY & BMKG (peta potensi dan analisis dasarian).
Data peristiwa & kondisi terakhir
BNPB mencatat beberapa kejadian banjir dan longsor yang telah terjadi selama September 2025, menunjukkan bahwa curah hujan tinggi sudah berimplikasi pada sejumlah wilayah — hal ini menegaskan pentingnya waspada selama periode peringatan. Kasus banjir di Bali menjadi contoh dampak nyata dari curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir.
Sumber: Laporan BNPB & laporan media lokal terkait banjir Bali.
Apa yang harus dilakukan warga
- Periksa dan bersihkan saluran air, gorong-gorong, dan selokan di lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko genangan.
- Siapkan tas darurat (dokumen penting, obat-obatan, senter, makanan/minuman ringan) terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir/longsor.
- Hindari aktivitas di bantaran sungai, daerah aliran sungai, dan lereng curam saat hujan deras berlangsung.
- Pantau informasi cuaca dan peringatan resmi dari BMKG, BNPB, atau BPBD setempat melalui kanal resmi — jangan mengandalkan rumor atau sumber tak jelas.
Catatan: Instruksi evakuasi dan detail lokasi titik rawan harus mengikuti arahan BPBD kabupaten/kota setempat.
